Rukun Shalat Dan Tata Cara Shalat Yang Benar

Rukun-Shalat

Rukun Shalat Dan Tata Cara Shalat Yang Benar

Rukun-Shalat

Bagaimana shalatmu,sudah benarkah? yah tentunya sebagai seorang muslim kita harus mengetahui betul bagaimana cara shalat, apa saja syarat dan rukun yang harus dipenuhi agar shalat seseorang tersebut sah.
Zaman sekarang sudah banyak orang islam yang semenjak lahir sudah berada dikalangan umat islam, namun banyak dari mereka yang tidak memahami bagaimana shalat itu sendiri, yang mana rukun dan apa saja yang sunat dalam shalat tersebut. Satu saja satu rukun yang tertinggal maka shalat seseorang tersebut tidak akan sah dan tidak akan diterima oleh Allah SWT. Sesuatu yang wajib harus kita ketahui ilmunya , jika kita meremehkan bahkan enggan belajar dalam perkara dimana sudah menjadi kewajiban seorang muslim, maka akan sia-sialah amal nya tersebut karena tidak di dasari dengan ilmu.

Rukun Shalat ada 13, yaitu :

1. Niat
Lafadz nya :

اصلّى فرض (……….) مستقبل القبلة اداءلله تعالى
Hukum membaca bacaan diatas adalah sunat sebelum mengawali takbir.

Niat termasuk rukun qolbi (hati), niat itu sendiri dilakukan bersamaan ketika kita memulai perkara yang wajib. Niat diletakkan dihati ketika kita mulai membaca takbir ketika itu pun kita baca niat tersebut,
bacaannya :”Senghajaku shalat fardhu (…) (…) rakaat wajib karena Allah Ta’ala”. Adapun tambahan seperti mengahadap kiblat itu merupakan hal yang sunat. Bacaan niat tersebut harus kita sempurnakan sebelum kita mengakhiri takbir Allahu Akbar.
Hukum niat dalam hati merupakan salah satu dari rukun yaitu sesuatu yang wajib dan tidak boleh ditinggalkan.

2. Berdiri tegap ( Bagi yang mampu ),
Berdiri termasuk dalam rukun fikli (perbuatan), berdiri harus benar dan menghadap kiblat. Jarak kaki sejajar dengan bahu dan jaraknya jangan melebihi dari 1 kilan tangan orang tersebut. Jari kaki di sunatkan untuk menghadap kiblat, tidak miring ke kiri atau ke kanan.

3. Membaca Takbir
Yaitu membaca ” Allahu Akbar “. Membaca Takbir termasuk dalam rukun qowli (bacaan), jadi ketika kita membaca bacaan tersebut harus di dengar oleh kita sendiri. Apabila tidak terdengar maka hukum shalatnya tidak sah. Ketika mengangkat tangan disunatkan jeriji tangan menghadap kiblat dan merenggangkan tangan sebagaimana kebiasaanya ( tidak merenggangkan terlalu lebar ).

4. Membaca Al-Fatihah
Membaca surat Al-Fatihah termasuk dalam rukun qowli (bacaan), jadi ketika kita membaca bacaan fatihah dari Bismillahi-r rahmani-r rahim sampai Waladl dlaallin, wajib atas kita memperdengarkan bacaan tersebut ke telinga kita sendiri. Apabila satu huruf bacaan nya tidak terdengar oleh telinga maka tidak akan sah shalat orang tersebut. Banyak orang yang tidak mengetahui hal tersebut karena mereka enggan dalam belajar ilmu agama. maka tidak akan sah shalat orang tersebut. Adapun membaca surat setelah Al-Fatihah hukumnya adalah sunat.

5. Ruku’ dengan Tumani’nah.
Ruku’ termasuk dalam rukun fikli (perbuatan). Keadaan rukuk yaitu seperti 90′. Adapun tangan di letakkan pada mata kaki dan jangan melebihi daripadanya, jari-jari tangan diluruskan kebawah. Pada ruku’ di wajibkan berhenti sejenak ( Tumani’nah ) adapun bacaan Subhaana robbiyal adzim merupakan sunat.

6. I’tidal dengan Tumani’nah.
I’tidal termasuk dalam rukun fikli (perbuatan). I’tidal yaitu bangkit dari ruku’ dan berdiri tegak.Wajib atas kita berhenti sejenak dengan tidak menggerak-gerakkan tangan yaitu keadaan tangan lurus kebawah. Perhentian tersebut lamaya diumpamakan seperti membaca Subhanallah. Adapun Bacaan Rabbana walakal hamdu adalah sunat.

7. Sujud dengan Tumani’nah.
Sujud termasuk dalam rukun fikli (perbuatan). Cara sujud yaitu dilakukan dengan meletakkan anggota tujuh yaitu, ujung jari kedua kaki, kedua lutut, kedua telapak tangan, dahi dan hidung, pada tempat sujud. Wajib atas kita berhenti sejenak.Bacaan Subhaana robbiyal ‘alaa merupakan sunat.

8. Duduk Dintara Dua Sujud dengan tuma’ninah.
Duduk di antara dua sujud termasuk dalam rukun fikli (perbuatan). Disunahkan melipat kaki kiri dan mengembangkannya lalu pantat duduk di atasnya, serta menegakkan telapak kaki kanan sambil menghadapkan jari-jarinya ke arah kiblat. Wajib untuk berhenti dan bacaan lain merupakan sunat.

9. Duduk Tasyahud Akhir.
Duduk Tasyahud akhir termasuk dalam rukun fikli (perbuatan)..Duduk tasyahud adalah duduk dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri ke depan (di bawah kaki kanan), dan duduknya di atas tanah/lantai. Adapun ketika membaca Asyhaadual-laa ilaahaillallaah ketika ilaahaillallaah, maka tetunjuk tangan kanan menunjuk kearah kiblat dan disunahkan pandangan mata beralih dari tempat sujud ke telunjuk tangan tersebut. Duduk tasyadud akhir merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan.
Adapun dalam tasyahud awal merupakan sunat jadi jika seseorang lupa mengerjakannya maka tetap sah shalatnya, dan pemberhentian pada tasyahud awal yaitu bacaan Allahumma sholli ‘ala (sayyidina) Muhammad setelah itu dia bangkit dari duduknya. Penambahan pada bacaan Allahumma sholli ‘ala (sayyidina) Muhammad sampai ke wa ‘alaa alii (sayyidina) Muhammad baru ia bangkit merupakan hal yang makruh. Karena itulah setiap shalat berjamaah di mesjid saya sering mendengar imam menyaringkan suaranya sampai kepada bacaan Allahumma sholli ‘ala (sayyidina) Muhammad lalu imam tersebut bangkit untuk berdiri. Hal ini menunjukkan imam tersebut mengisyaratkan kepada makmum bacaan yang disunatkan adalah sesampainya pada bacaan tersebut.

10. Membaca Syahadat.
Membaca syahadat termasuk dalam rukun qowli (bacaan). Bacaanya yaitu “Asyhadu al-la illahaillallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah”. Seperti halnya saya jelaskan di atas setiap yang terdapat pada rukun qowli maka bacaan tersebut wajib di dengarkan pada telinga. Jika lupa atau ketinggalan dalam membacanya maka shalatnya tidak sah.

11. Membaca Shalawat atas Nabi.
Membaca shalawat atas nabi termasuk dalam rukun qowli (bacaan). Bacaannya “Allahhumma sholli ‘ala (sayydina) Muhammad wa ‘alaa alii (sayyidina) Muhammad”, wajib didengarkan telinga dan jika ketinggalan membacanya maka shalatnya tidak sah.

Selebihnaya bacaan setelah shalawat yaitu dari kamaa shallaita ‘ala (sayydina) Ibrahim sampai ke pada bacaan innaka hamidum majiid merupakan sunah.

12. Salam
Salam termasuk rukun qowli (bacaan). Bacaannya yaitu ” Assalamu’alaikum warahmatullah” dan harus didengar bacaannya ke telinga. Salam pertama merupakan rukun/wajib sedangkan salam ke dua adalah sunat.

13. Tertib
Tertib merupakan rukun qolbi (hati). Tertib yaitu berturutan mengerjakannya dari takbir sampai pada salam.

Demikian 13 rukun wajib shalat yang dapat saya paparkan berdasarkan apa yang saya dapat dalam belajar / menuntut ilmu pada guru-guru,alim ulama dalam sebuah majelis. Karena berguru pada ulama,ahlul bait,ilmunya tersebut sampai pada apa yang di ajarkan para sahabat yang bersumber pada Nabi Muhammad SAW yang langsung di ajarkan oleh malaikat Jibril yang langsung diperintah dari Maha Pemilik Ilmu yaitu Allah SWT.


Sumber

  1. Rukun Shalat
  2. https://www.gurupendidikan.co.id/

 

Baca Juga :

 

Sejarah G30S PKI Lengkap dan Singkat

Sejarah-G30S-PKI

Sejarah G30S PKI Lengkap dan Singkat

Sejarah peristiwa G30S/PKI yang juga dikenal dengan nama aslinya, Gerakan 30 September atau singkatan lain berupa Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) dan Gestok (Gerakan Satu Oktober) merupakan salah satu peristiwa yang terjadi ketika Indonesia sudah beberapa tahun merdeka. Sesuai namanya, peristiwa ini terjadi pada tanggal 30 September 1965 malam, hingga esok harinya dimana ada pembunuhan tujuh perwira tinggi militer dalam sebuah kudeta. Usaha yang akhirnya gagal kemudian dijatuhkan kepada anggota dari Partai Komunis Indonesia yang saat itu sedang dalam kondisi kuat karena mereka dinilai amat dekat dengan Presiden Indonesia pertama pada masa itu. Benar atau tidaknya Partai Komunis Indonesia yang bertanggung jawab penuh dalam kejadian ini tetap menjadi bahan perdebatan hingga sekarang.

Sejarah-G30S-PKI

Sejarah dan Kronologis Peristiwa G30S/PKI

Sebelum terjadinya peristiwa G30S/PKI, Partai Komunis Indonesia (PKI) tercatat sebagai Partai Komunis yang paling besar di dunia tanpa menghitung partai komunis yang ada di Uni Soviet maupun Tiongkok. Ketika dilakukan audit pada tahun 1965, tercatat bahwa anggota aktif dari partai ini melebihi angka 3,5 juta, belum termasuk 3 juta jiwa yang menjadi anggota pergerakan pemuda. Selain itu, PKI juga memiliki kontrol penuh akan pergerakan buruh, menambahkan 3,5 juta orang lagi dibawah pengaruhnya. Hal tersebut belum berhenti, karena masih ada 9 juta anggota dari pergerakan petani, serta beberapa gerakan lain seperti pergerakan wanita, organisasi penulis, dan pergerakan sarjana yang membuat total anggota PKI mencapai angka 20 juta anggota termasuk pendukung-pendukungnya.


Yang membuat masyarakat mencurigai bahwa PKI adalah dalang dibalik terjadinya gerakan 30 September dimulai dengan kejadian di bulan Juli 1959, dimana pada saat itu parlemen dibubarkan, dan Soekarno menetapkan bahwa konstitusi ada di bawah dekrit presiden, dengan PKI berdiri di belakang, memberikan dukungan penuh. PKI juga menyambut gembira sistem baru yang diperkenalkan oleh Soekarno, yaitu Demokrasi Terpimpin yang menurut PKI mampu menciptakan persekutuan konsepsi NASAKOM (Nasionalis, Agama, dan Komunis). Pada masa demokrasi terpimpin ini sayangnya kolaborasi pemimpin PKI dengan kaum-kaum borju yang ada di Indonesia gagal menekan pergerakan independen dari buruh dan petani, menyebabkan banyak masalah yang tidak terselesaikan di bidang politik dan ekonomi.


Peristiwa G30S/PKI baru dimulai pada tanggal 1 Oktober pagi, dimana kelompok pasukan bergerak dari Lapangan Udara Halim Perdana kusuma menuju daerah selatan Jakarta untuk menculik 7 jendral yang semuanya merupakan anggota dari staf tentara. Tiga dari seluruh korban yang direncanakan, mereka bunuh di rumah mereka yaitu Ahmad Yani, M.T. Haryono, dan D.I. Panjaitan. Ketiga target lain yaitu Soeprapto, S. Parman, dan Sutoyo ditangkap hidup-hidup, sementara target utama mereka, Jendral Abdul Harris Nasution berhasil kabur setelah melompati dinding yang berbatasan dengan taman di kedutaan besar Iraq.


Meski begitu, Pierre Tendean yang menjadi ajudan pribadinya ditangkap, dan anak gadisnya yang berusia lima tahun, Ade Irma Suryani Nasution, tertembak oleh regu sergap dan tewas pada 6 Oktober. Korban tewas bertambah ketika regu penculik menembak dan membunuh seorang polisi yang menjadi penjaga rumah tetangga Nasution, Karel Satsuit Tubun. Korban tewas terakhir adalah Albert Naiborhu, keponakan dari Pandjaitan, yang tewas saat menyerang rumah jendral tersebut. Mayat dan jenderal yang masih hidup kemudian dibawa ke Lubang Buaya, dan semua dibunuh serta mayatnya dibuang di sumur dekat markas tersebut.


Ketika matahari mulai terbit, sekitar 2.000 pasukan diturunkan untuk menduduki tempat yang sekarang dikenal sebagai Lapangan Merdeka, sebuah taman yang ada di Monas. Meski begitu, mereka tidak berhasil menundukkan bagian timur dari area ini, karena pada saat itu merupakan daerah markas KOSTRAD yang dipimpin oleh Soeharto. Pada jam 7 pagi, RRI menyiarkan pesan yang berasal dari Untung Syamsuri, komandan Cakrabiwa, regimen penjaga Presiden, bahwa gerakan 30 September telah berhasil mengambil alih beberapa lokasi strategis di Jakarta dengan bantuan anggota militer lainnya. Mereka berkeras bahwa gerakan ini didukung oleh Central Intelligence of America (CIA) yang bertujuan untuk menurunkan Soekarno dari posisinya.


Yang menuliskan tinta kegagalan dalam sejarah peristiwa G30S/PKI kemungkinan besar adalah karena mereka melewatkan Soeharto yang mereka kira diam dan bukan tokoh politik pada masa itu. Soeharto diberitahu oleh tetangganya tentang hilangnya para jendral dan penembakan yang terjadi pada pukul 5:30 pagi, dan karena ini ia segera bergerak ke markas KOSTRAD dan berusaha menghubungi anggota angkatan laut dan polisi, namun tidak berhasil melakukan kontak dengan angkatan udara. Ia kemudian mengambil alih komando angkatan darat. Kudeta ini juga gagal karena perencanaan yang amat tidak matang dan menyebabkan para tentara yang ada di Lapangan Merdeka menjadi kehausan dibawah impresi bahwa mereka melindungi presiden di Istana. Soeharto juga berhasil membujuk kedua batalion pasukan kudeta untuk menyerah dimulai dari pasukan Brawijaya yang masuk ke area markas KOSTRAD dan kemudian pasukan Diponegoro yang kabur kembali ke Halim.


G30S/PKI baru berakhir ketika pada pukul 7 malam, pasukan yang dipimpin oleh Soeharto berhasil mengambil kembali kontrol atas semua fasilitas yang sebelumnya direbut oleh Gerakan 30 September. Ketika sudah berkumpul bersama Nasution, pada pukul 9 malam Soeharto mengumumkan bahwa ia sekarang mengambil alih tentara dan akan berusaha menghancurkan pasukan kontra-revolusioner dan menyelamatkan Soekarno. Ia kemudian melayangkan ultimatum lagi yang kali ini ditujukan kepada pasukan yang berada di Halim. Tidak berapa lama, Soekarno meninggalkan Halim dan tiba di istana presiden lainnya yang berada di Bogor. Untuk jasad ke-7 orang yang terbunuh dan dibuang di Lubang Buaya sendiri baru ditemukan pada tanggal 3 Oktober, dan dikuburkan secara layak pada tanggal 5 Oktober.


Sumber :

  1. https://www.gurupendidikan.co.id/sejarah-g30spki/
  2. https://www.gurupendidikan.co.id/sejarah-bpupki/

 

Baca Juga :

Menkominfo Ingat Perjuangan Program Internet Daerah 3T

Menkominfo Ingat Perjuangan Program Internet Daerah 3T

Menkominfo Ingat Perjuangan Program Internet Daerah 3T

Menkominfo Ingat Perjuangan Program Internet Daerah 3T

Menteri Komunikasi dan Informatika

Anythingbutipod.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi pengabdian dan perjuangan Tim Nusantara Sehat. Mereka melaksanakan misi kesehatan dan kemanusiaan di daerah-daerah terpencil Indonesia.

Melihat perjuangan anggota Nusantara Sehat yang menjalankan tugasnya melalui tayangan video pendek, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, Kementerian Kominfo juga merasakan perjuangan yang sama selama membangun akses internet dan BTS di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil).

“Apresiasi saya kepada Nusantara Sehat yang berjuang di lapangan. Saya sangat mengetahui perjuangan teman-teman, karena kami pun kalau memasang internet dan BTS seluler, juga mengikuti jalur yang sama seperti dilalui oleh teman-teman,” kata Rudiantara di acara Pertemuan Koordinasi Tim Nusantara Sehat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (6/8/2019) malam.

Bahkan, selama proses pembangunan akses internet dan BTS (Base Transceiver Station) utamanya di daerah 3T, seringkali mengalami kesulitan seperti akses jalan untuk kendaraan. “Sehingga tim operasional terpaksa harus menggunakan kerbau agar memastikan proses pemasangan terus berlangsung,” ungkap Rudiantara. 

Kondisi itu juga yang dirasakan oleh Tim Nusantara Sehat. Nusantara Sehat yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan memberikan kesempatan kepada anak muda negeri untuk melayani persoalan kesehatan masyarakat di pedesaan.

Menteri  Rudiantara

Menteri  Rudiantara menuturkan, berbagai tantangan yang dihadapi dalam membangun Indonesia, tidak hanya dirasakan oleh Kementerian Kominfo maupun Kementerian Kesehatan, tetapi juga Kementerian dan lembaga lain.

Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, dirinya mengatakan hal tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintahan Jokowi-JK yang menerapkan prinsip kebijakan keberpihakan kepada masyarakat. 

“Jadi tantangan itu bukan hanya di Kominfo, di semua Kementerian yang membangun infrastruktur, pola pikirnya sama yaitu mempunyai kebijakan keberpihakan jangka panjang yang sifatnya permanen. Itulah pemerintahan saat ini yang kita jalankan,” imbuhnya

Sebagai bentuk komitmen dan mendukung perjuangan ratusan anggota Nusantara Sehat selama bertugas di pelosok negeri. Rudiantara menambahkan, Kementerian Kominfo akan menyiapkan kebutuhan akses internet di lokasi yang belum terhubung, agar pelayanan kesehatan masyarakat berjalan dengan baik.

“Kalau di lokasi penempatan teman-teman yang belum masuk (akses internet), nanti kita tambahkan. Tapi untuk membangun semuanya, kita perlu bertahap sampai satelit kita akhir 2022 nanti. Setelah itu, mau minta dimanapun kita kasih, karena memang tujuannya semua fasilitas pelayanan masyarakat kita akan bereskan semua,” ungkapnya. 

Pertemuan Koordinasi Tim Nusantara Sehat

Pertemuan Koordinasi Tim Nusantara Sehat yang bertajuk “Wujudkan Indonesia yang Lebih Sehat” ini, juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Sekjen Kemendesa Anwar Sanusi, serta pejabat eselon lingkup Kementerian Kesehatan.

Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Pengembangan sumberdaya manusia

anythingbutipod.com – Pengembangan sumberdaya manusia (SDM) menjadi perhatian serius Pemerintah. Guna menyiapkan SDM Indonesia yang unggul, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung prioritas itu dengan penyediaan jaringan telekomunikasi. 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, pendidikan dan kesehatan merupakan aspek paling penting dalam pembangunan SDM. Hal tersebut sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945.

“Ada dua fokus pengembangan SDM, satu adalah pendidikan yang dimana diamanatkan 20 persen dari APBN kita. Kedua adalah kesehatan yang diamanatkan di UUD kita 5 persen,” kata Rudiantara di acara Pertemuan Koordinasi Tim Nusantara Sehat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (6/8) malam.

Komitmen pemerintah dalam mengembangkan SDM

Komitmen pemerintah dalam mengembangkan SDM di dua bidang tersebut, juga dilihat melalui pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2020. Alokasi anggaran lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. 

“Tahun 2019 dimulai anggaran itu fokus pengembangan sumber daya manusia. Bahkan tahun 2020, lebih besar lagi. Nah itu yang menjadi fokus pemerintah kepada pembangunan SDM yang sudah sejak lama, apalagi saat pak Jokowi jadi Presiden,” jelas Rudiantara. 

Melalui pendidikan dan kesehatan, lanjut Rudiantara, maka fokus pengembangan SDM bidang lain yang mencakup ranah Kementerian dengan sendirinya ikut mendukung. Seperti di industri teknologisasi, energi dan sumber daya mineral, serta bidang-bidang lainnya.

“Jadi itu dua fokus bagaimana kita mengembangkan sumber daya manusia, sementara yang lain seperti saya (Menteri Kominfo), Pak Jonan (Menteri ESDM) dan menteri-menteri lain itu bagaimana mendukung yang dua prioritas ini,” imbuhnya

Lebih lanjut, Menteri Rudiantara menjelaskan, pentingnya pengembangan SDM Indonesia bagian dari kebijakan keberpihakan. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 tahun 2015 tentang Daerah Tertinggal tahun 2015 – 2019. 

Dalam Perpres yang berlaku sejak 9 November 2015 itu, terdapat 122 Kabupaten yang merupakan kategori daerah tertinggal.

“Kebijakan keberpihakan yang dituangkan dalam Perpres 131 bulan November 2015 itu, ada 122 Kabupaten. Nah, pemerintah dalam hal ini Kominfo, bisa melakukan kebijakan keberpihakan. Misalnya, tugas membangun (jaringan telekomunikasi) sebetulnya dilakukan oleh para operator, tapi mereka itu membangunnya berdasarkan bisnis, kalau diperkirakan bisnisnya ada, maka dibangun. Kalau bisnisnya masih jauh, bukan prioritas. Karenanya, pemerintah masuk ke sana, di 122 Kabupaten itu,” tuturnya.